Read More..

SPONSOR RESMI


GUDANG AROWANA Adsense Indonesia

Change Language

EnglishFrenchGermanSpain
ItalianDutchRussianBrazil
JapaneseKoreanArabicChinese Simplified

Cari Blog Ini

Monday, October 19, 2009

Bahaya Lidah

Assalamu’alaykumwarahmatullahiwabarakaatuh.

Bahaya Lidah.

Kata orang “Mulutmu Harimaumu, yang akan menerkammu”. Rasulullah Shallallahu’alaihiwsallam bersabda:” Yang dikatakan muslim itu adalah manusia selamat dari bahaya lidah dan tangannya”. Imam Ali Radhiallhu’anhu berkata:”Hati yang jahat terletak pada mulutnya, dan mulut yang baik, terletak pada hatinya”.

Terkadang kita sebagai manusia yang penuh dengan segala kekurangan dan kelebihan, akan selalu dihadapi dengan segala macam problematika kehidupan.Terkadang kita menghadapi berbagai benturan yang sama sekali kehadirannya tidak diundang dan tidak terbersit dalam pikiran kita, dimana segala yang terjadi diluar prediksi kita sebelumnya.

Disaat kita sedang menyupir mobil kita , tiba-tiba ditengah jalan ada saja mobil yang menyecocos, hal ini akan menimbulkan rasa sakit dihati kita, maka seringnya terjadi keluar kata-kata yang kurang enak kedengaran sama sekali ditelinga siapa saja mendengarnya, cacian makian akan keluar dari mulut kita dari lidah kita yang katanya tidak bertulang itu.

Ketika seorang ibu, melihat kenakalan anak-anaknya, tanpa disadari juga keluar kata-kata yang sama sekali seharusnya hal itu tidak pantas dikeluarkan dari mulut seorang ibu terhadap anaknya:” Anak sialan, anak kurang ajar, anak tak tau diuntung, bodoh..dsbnya…”, seorang ibu kurang menyadari akan sabda Rasulullah :” Kullu kalam addu’a, setiap perkataan itu adalah merupakan do’a”.(Astagfirullahaladziim, semoga kita bertaubat bila hal ini terlanjur kita keluarkan disaat-saat emosi kita datang).

Disaat seorang istri atau suami merasa disakiti pasangannya, tanpa disadari akan keluar cacian makian, baik kepada pasangannya, ataupun musuhnya, semua itu keluar dengan perasaan emosi yang amat sangat, tanpa kita bisa menyadari, dan berusaha mencoba melatih diri kita untuk bisa menahan emosi, karena, Rasulullah bersabda : “ Bukanlah dikatakan berani bagi mereka yang dapat mengalahkan musuhnya, (yang bisa merasa memang atas sebuah pertikaian, perkelahian),Yang dikatakan berani itu adalah mereka yang bisa menahan dirinya ketika dalam keadaan marah”.

Kita jarang, atau kurang atau bahkan sama sekali tidak menyadari bahwa yang dikatakan sabar atas segala musibah adalah mereka yang bisa bersabar disaat menghadapi problema pertama sekali datang, bukan setelah itu. Hal ini dapat kita lihat dari sebuah hadits, dari cerita seorang ibu yang menghadapi musibah akan kematian keluarganya, saat itu Rasulullah memberikannya nasihat agar bersabar, apa kata perempuan itu pada Rasulullah, :” Anda tidak tau apa-apa”, setelah rasulullah menghilang, diberitahukanlah kepada [perempuan itu bahwa yang menegurnya tadi adalah Rasulullah, dan ia datang kepada Rasulullah, apa jawab Rasulullah:”Sesungguhnya dinamakan kesabaran itu adalah sabar ketika menghadapi goncangan yang pertama sekali.”

Wassalamu’alaikum.



Hubbulwathanminaaliimaan”(Cinta tanah air sebagian dari Iman) .



Sumber: umar sahid DT bandung



Baca Juga Artikel Lain
- Mengenal ALLAH
- Sifat Sifat ALLAH
- Asma Ul Husna
- Bahaya Dengki
- Bahaya Lidah
- Tabah Dalam Musibah
- Antara Ujian dan Musibah


Kembali Ke Halaman Utama

Bahaya Dengki

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakaatuhu.

Bahaya Dengki.

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda yang artinya:” Hasad akan memakan kebaikan yang ada, sebagaimana kayu memakan api”.

Betapa jeleknya sifat iri atau dengki ini, karena semua kebaikan yang kita lakukan akan sia-sia, hanya karena adanya rasa iri atau dengki kita pada seseorang.pada karunia yang diberikan oleh Allah Ta’ala pada orang yang kita kenal, ataupun yang tidak kita kenal sama sekali.

Mungkin kita sering melihat secara langsung dengan mata kepala kita sendiri, atau ditelevisi akan kebakaran yang menimpa gedung-gedung yang bertingkat, gedung mewah, atau bahkan gubuk derita sekalipun, ludes ditelan api dalam sekejap mata memandang. Lihatlah pagaruyung yang mewah itu, jangankan bangunan utamanya, bangunan disampingnyapun bisa terkena hembusan api yang menyala-nyala, merah merekah, bak apel yang lagi ranum saking merahnya. Ini baru api dunia yang memakan bangunan, apalagi api neraka yang warnanya bisa hitam pekat, tidak bisa dibayangkan oleh pikiran kita betapa panasnya api neraka tersebut.

Seperti itulah perumpamaan bagaimana hasad memakan kebaikan yang selama bertahun-tahun kita lakukan, amalan ibadah yang sudah tunggang tanggik kita kerjakan, pagi siang-malam, sampai lutut dan kening pegal, dan berwarna kehitaman dikarenakan ibadah yang kita kerjakan, namun semua ludes, hanya dikarenakan satu perkara saja kita kerjakan, yang dikerjakan bukan oleh tangan, hanya sekeping daging yang lembut dan lunak, itulah yang dinamakan hati. Hasad itu berasal dari dalam hati seseorang.

Rasulullah pernah memberitakan pada para sahabatnya sampai beberapa kali Akan ada kedatangan seseorang ahli surga. Setelah berkata hal tersebut, maka datanglah seorang lelaki. Keesokan harinyapun begitu.Sampai ada seorang sahabat penasaran akan amalan apa sih yang dilakukan oleh pemuda ini, sampai-sampai ia dikatakan Rasulullah penduduk surga?Maka sahabat itupun meminta izin untuk menginap dirumah lelaki tersebut.Setelah beberapa hari menginap, dilihatnya ibadah lelaki tersebut biasa-biasa saja, ngak ada yang istimewa.Akhirnya ia bertanya pada lelaki tersebut, dan menceritakan sebab ia menginap dirumahnya.Apa jawab lelaki tersebut?.”Saya sebelum tidur setiap harinya selalu merenungkan diri saya, dan tidak ada sedikitpun dihati saya ada rasa iri atau dengki pada siapapun.

Jadi, betapa besarnya pengaruh sifat dengki pada diri seseorang, dan betapa seseorang bisa masuk surga hanya karena tidak adanya setitikpun rasa iri atau dengki pada sesama.Pada adik kita, pada anak kita, pada suami/istri kita, pada teman kita, pada tetangga kita, atau bahkan pada madu kita sekalipun.Karena kita harus menyadari, “likulli syaiin maziyyah”(Pada setiap orang masing-masingnya punya kelebihan yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala).

Allah Ta’ala berfirman dalam Q.S Annisa ayat 32, Dan janganlah kamu berangan-angan dengan pemberian kelebihan yang telah ditetapkan oleh Allah kepada sebahagian kamu, bagi para lelaki telah ditetapkan kadar nasibnya sesuai dengan amalannya, bagi perempuanpun telah ditentukan kadar nasibnya sesuai dengan amalannya juga…”

Orang yang hasad, menginginkan agar karunia yang telah diberikan oleh Allah Ta’ala kepada orang yang diirikannya itu hilang, dan beralih kepada dirinya, baik itu kelebihannya, kasih sayang orang kepadanya, keutamaannya, kekayaannya, kepintarannya, atau apapun yang merupakan kelebihan orang tersebut, hilang lenyap, bahkan ia tak segan-segan berupaya membuat tipu daya, segala macam cara agar karunia dan rahmat serta kelebihan yang ada para orang tersebut hilang diterpa angin, kalau bisa tak berbekas sama sekali.Dan karunia, atau kelebihan itu beralih kepada dirinya, saking hasadnya ia pada orang tersebut.betapa jeleknya sifat ini, wajar saja kebaikan, amalan ibadah kita bisa terlahap sampai hangus, kehitaman, yang ada hanya debu-debu berterbangan, karena betapa jeleknya sifat iri ini.

Kalau kita tak ingin amalan ibadah kita lenyap begitu saja, ada baiknya kita sering-sering mengingat hadits tersebut, terutama disaat melihat kebakaran, atau minimal melihat kayu ditungku saat kita memasak, atau melihat orang sedang masak.Kita sadar, begitulah rasa iri, dengki, atau hasad memakan segala kebaikan yang telah bertahun-tahun kita kerjakan.Apakah kita mau amalan kita sia-sia bagai angin menerbangkan daun kering?betapa rapuhnya daun yang telah kering kerontang itu.

Allah Ta’ala menyuruh kita agar berlindung dari memiliki sifat hasad, dan dari kehasatan orang lain kepada kita dengan perintahnya dalam Q.S Al falaq ayat 5:”Dan (aku berlindung)dari kejahatan orang yang hasad apabila ia telah memiliki sifat iri(dengki)”.

Hanya ada rasa hasad didalam diri seseorang yang diperbolehkan oleh agama sebagaimana sabda Rasulullah yang kira-kira bermaknakan:” Tidak diperbolehkan hasad kecuali dalam dua perkara, seseorang yang diberikan oleh Allah ta’ala akan harta lalu ia menafkahkan hartanya itu pada jalan Allah, dan seseorang yang diberikan karunia oleh Allah Ta’ala akan ilmu dan ia mengamalkan ilmunya serta memberikannya pada orang lain…..”.

Lantas bagaimana cara kita agar kita terhindar dari sifat iri tersebut?Caranya cukup mudah, asal ada kemauan yang kuat.

Pertama:.Kita harus menyadari bahwa kalau kita iri, segala amalan kita akan rusak. Kedua: Kita harus menyadari, dan bersyukur atas karunia yang telah diberikan oleh Allah ta’ala, Allah berfirman.Jika kamu bersyukur maka nikmatku akan kutambah, tetapi bila kamu kafir (tak bersyukur), maka tunggulah azabKu yang maha pedih Ketiga:Kita harus menyadari bahwa ada beberapa perkara yang tidak bisa diganggu gugat oleh manusia dari ketentuan yang pencipta,yaitu, kelahiran, kematian, rezeki dan jodoh seseorang, telah ditetapkan dari Allah Ta’ala. Keempat: Tak perlulah kita mencari-cari aib, atau kesalahan seseorang, hal ini akan menimbulkan dosa dan rasa iri dengki kita saja pada orang tersebut.Allah berfirman:”Janganlah kamu bertajassus(mencari-cari kesalahan orang lain)”Dan janganlah kamu bergunjing.(bergunjing hanya dibolehkan agama dalam beberapa perkara, salah satunya bila ada niatan baik untuk merubah orang yang kita gunjingkan tersebut.)

Tiada gading yang tak retak, tiada manusia yang tak memiliki kesalahan, yang benar datangnya dari Allah Ta’ala, yang salah berasal dari diri saya sendiri dan syetan.

Wassalamu’alaikum



Sumber: umar sahid DT bandung



Baca Juga Artikel Lain
- Mengenal ALLAH
- Sifat Sifat ALLAH
- Asma Ul Husna
- Bahaya Dengki
- Bahaya Lidah
- Tabah Dalam Musibah
- Antara Ujian dan Musibah


Kembali Ke Halaman Utama

Tuesday, October 13, 2009

Info Lowongan Kerja

PT Asuransi Tokio Marine Indonesia PT Asuransi Tokio Marine Indonesia is a general insurance providing high quality insurance products and services. The company has experienced a profitable growth for many years and has constantly enhancing its business operation. Motor Claim Staff You will responsible in providing claims assistance in handling, processing and ensures that the settlement of claims comply with policy conditions and company´s standards. Qualification : - S1 degree, majoring in Any Technical or insurance Background - Proficiency in English - Computer Literacy - Having analytical skills - Preferably fresh graduate Should you meet all the above qualifications, please send your application with recent photograph not later than 16 October 2009to recruitment@tokiomarine.co.id, or PT ASURANSI TOKIO MARINE INDONESIA Sentral Senayan I 4th Fl. Jl. Asia Afrika No. 8 JakartaPusat 10270 Only shortlisted candidates will be notified

Monday, March 27, 2006

Personal Data of Joko Radityo

R. Joko Radityo
Alamat: Komp Politeknik ITB Jl. Listrik No. 10 Bandung 40559
No. Telp : 021-92944000
No. HP : 081253467669
E-mail: jokoradityo@yahoo.com

No. Rekening BCA:
No. Rek. 5140-144-721
A/N R Joko Radityo
BCA Cab. Bandung Trade Centre
No. KTP : 32.0429.141082.0007





Fluid Bed Dryer (FBD)

Fluid Bed Dryer (FBD)

Application: Fluidizing drier is widely used in pharmacy, chemicals, food, dye for mixing and drying of powdery or granular wet materials. Structure: It is composed of air heat-exchanger, (fluidizing) container of raw material, fluidizing house, capturing house and centrifugal fan, and 1Cr18Ni9Ti stainless steel is used in part that contacts the processed material.

Followers

WEB TEMAN

rumahblogger.com, rumahnya blogger indonesia!





 

Copyright jokoradityo 2006-2009, template by One 4 All