SPONSOR RESMI


GUDANG AROWANA Adsense Indonesia

Change Language

EnglishFrenchGermanSpain
ItalianDutchRussianBrazil
JapaneseKoreanArabicChinese Simplified

Cari Blog Ini

Tuesday, October 20, 2009

Seputar Etika, Norma & Agama

Wanita Muda Surabaya Lebih Mudah diajak ML daripada Menikah


Berdasar penelitian yang dilakukan pada 10 wanita di Kota Surabaya, dilakukan secara kualitatif dengan cara random sampling pada wanita muda usia SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi, dilakukan dalam kurun waktu empat tahun mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa wanita muda di Surabaya lebih mudah diajak bersenggama (Making Love) daripada diajak menikah.

Rincian hasil penelitian tersebut adalah berikut: enam wanita muda Surabaya mau diajak bersenggama dengan catatan jika terjadi apa-apa pasangannya mau bertanggung jawab, satu wanita mau diajak bersenggama dengan syaarat pasangannya berjanji dan berkomitmen menikahinya, dan tiga wanita Surabaya tidak mau diajak bersenggama, apapun yang terjadi sebelum pasangannya menikahinya secara sah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana semakin liberalnya padangan para wanita muda di Surabaya atas seksualitas dan menjadi bukti betapa secara moral keagamaan telah terjadi degradasi norma menjaga virginitas di tingkatan wanita muda Surabaya yang belum menikah. Hal ini juga menunjukkan bagaimana para wanita muda Surabaya juga sudah mulai bisa menerima perbuatan senggama di luar nikah (sex before married).

Hal lain yang terungkap dari penelitian ini adalah dari 10 wanita muda tersebut saat ditanyakan apakah mereka pernah menonton film BF, kesemuanya menjawab pernah. Saat ditanya darimana mereka mendapatkan pengetahuan seksualnya, mereka menjawab dari teman dan dari media. Media yang dimaksud adalah video, buku dan majalah. Poin lain adalah kenyataan bahwa mereka tidak pernah membicarakan masalah seksnya pada orang tuanya. Rinciannya, delapan orang mengatakan tidak dan tidak pernah, sedangkan sisanya mengatakan pernah.

Berdasar dari data tersebut mengindikasikan bagaimana persoalan seks yang tertutup membuat pengetahuan seksualitas para wanita muda tadi berkembang secara liar dan tidak terkendali. Mereka seakan-akan mempunyai dunia lain dengan norma yang lain yang disimpan rapat-rapat, sebuah dunia yang berbeda dari apa yang ditampakkan setiap harinya di hadapan masyarakat.

Dari itu, usulannya sebagai tindak lanjut atas hasil penelitian di atas adalah perlunya keterbukaan membicarakan masalah seksualitas pada para wanita muda oleh para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat. Salah satu tujuannya adalah berupa target minimal adanya balancing atas pengetahuan masalah seksualitas secara sempurna, harapannya tentu tercapainya masyarakat madani yang taat pada norma-norma yang ada.
Yang patut menjadi garis besar, bahwa temuan ini tidak bisa untuk mengenelisir temuan. Akan tetapi dengan keadaan yang sama temuan ini bisa dipakai sebagai acuan.



Sumber Artikel: Mia Neli

No comments:

Followers

WEB TEMAN

rumahblogger.com, rumahnya blogger indonesia!





 

Copyright jokoradityo 2006-2009, template by One 4 All